Kasih Sayang Ibu

7 08 2009
sumber artikel : http://www.mail-archive.com/daarut-tauhiid@yahoogroups.com/msg03790.html
Kasih Sayang Ibu...
oleh : Royani Tauhid

IbuCucianmu sudah ibu cuci, Ni!? Kata ibuku ketika aku baru saja sampai di rumah.
Aku segera beranjak memasuki kamarku dan melihat tempat cucian kotorku sudah
kosong. Ah ibu, aku berusaha pulang cepat hari ini agar aku bisa mencuci
baju-baju kotorku. ?Ibu tahu, kamu pasti lelah?. Aku hanya bisa tersenyum
memandangi wajah renta ibuku.Diusianya yang lewat setengah abad, ibuku termasuk
wanita yang sehat. Beliau masih mampu mencuci baju semua anggota keluarga.
Bukan berarti kami malas mengerjakannya tapi karena ibuku punya kebiasaan unik
yaitu tidak bisa melihat barang-barang kotor. Tangannya langsung bergerak
membereskan apa saja yang tidak sedap dipandang.

Apa ibu nggak cape jika tiap hari selalu beres-beres, aku menggaji orang saja
ya biar ibu bisa istirahat? kataku suatu hari. Ibu memandangku, ?Kamu nggak
suka ya kalau bajumu ibu cucikan?. ?Aku sayang sama ibu, aku nggak tega melihat
ibu bekerja keras tiap hari?, aku berusaha membujuknya untuk menerima saranku.
?Ibu senang kalau diusia ibu sekarang, ibu masih mampu mengurusmu, mencucikan
pakaianmu dan adikmu atau menyiapkan sarapanmu tiap pagi?. Yah..aku tak pernah
lupa, jika hari libur kantorku hari sabtu dan minggu, ibu selalu menyiapkan
nasi goreng daun mengkudu dan telor ceplok kesukaanku.

Aku ingat sebuah pepatah ?Seorang ibu bisa mengurus sepuluh orang anak, tapi
sepuluh orang anak belum tentu mampu mengurus seorang ibu? . Aku termenung
sendirian dikamarku, diusiaku yang beranjak dewasa, aku merasa belum pernah
sekalipun membahagiakannya. Pernah suatu kali, aku membelikan pakaian untuknya,
tapi ibuku malah balik bertanya ?Kamu sendiri beli nggak? Kalau kamu nggak
beli, baju ini untuk kamu saja. Baju ibu masih banyak kok?, ibuku tak mau
menerima. Esoknya aku beli baju lagi agar ibu mau menerima pemberianku.

Ibu sudah bahagia melihat anak-anak ibu berhasil? kata beliau suatu kali ketika
aku menanyakan apa yang bisa aku perbuat untuk membuatnya bahagia. ?Melihat
kamu dan kakak-kakakmu bisa mencari uang sendiri dan kamu bisa rukun dengan
saudara-saudaramu, itulah kebahagian ibu? Aku teringat kakak-kakaku,
alhamdulillah mereka semua sudah mempunyai penghasilan sendiri, hanya adikku
yang masih kuliah.

Kasih anak sepanjang jalan, kasih ibu sepanjang hayat . Apapun yang sudah kita
buat belum apa-apa dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang telah diberikan
pada kita.Ya Alloh , curahkan kasih sayang-Mu pada kedua orang tuaku, teramat
khusus untuk ibu. Allahummaghfirlanaa wali-waalidainaa warhamhumaa kamaa
rabbayanii shaghiiraa. Amiin 

Untuk Ibunda tercinta, I always love you. 

Yathie
(Laa ilaaha illaa annta subhaanaka inni kunntu minazhahaalimin...Laa haula
walaa quwwata illaa billaahil'aliyyil'azhim)
Advertisement

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.